TUYlGpdlGpC5TpM8BUWoTfMlGi==

Hubungan PKB dan PKS Seperti Minyak dan Air, Ini Jawaban Cak Imin



ANABERITA.COM, Persepsi bahwa antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hubungannya laksanaka minyak dan air tidaklah benar.

Demikian dikatakan Ketua Umum PKB sekaligus calon Wakil Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan. "Selama ini kan publik memandang antara PKB dan PKS seperti minyak dan air, ga bisa bersama tapi faktanya tidak dengan adanya koalisi ini," kata Cak Imin saat menjadi narasumber di program Liputan6.

Menurut Cak Imin, saat dirinya datang ke DPP PKS disambut hangat dan diterima dengan baik. Bahkan disambut lagu khas NU, yaitu Ya Lal Wathon.

Seperti diketahui, PKB dengan basis warga Nahdliyin kerap kali berbenturan dalam beberapa kasus, walaupun sebenarnya banyak elit PKS yang berasal dari NU. Bahkan, Presiden PKS Akhmad Syaikhu merupakan orang NU.

Sejumlah Pihak Mulai Serang PKB
Kehadiran PKB dalam koalisi Perubahan untuk Persatuan mendapat serangan dari sejumlah orang, terutama mereka yang selama ini mengambil posisi berseberangan dengan PKS, diantaranya Guntur Romli, politisi PDI Perjuangan sekaligus mantan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Eko Kuntadhi dan Akhmad Sahal.

Bahkan Ketua Umum PBNU sendiri telah mengeluarkan pernyataan tegas bahwa NU tidak bermain politik dana telah memberikan peringatan kepada tokoh NU yang menggunakan NU sebagai alat politik.

Menanggapi itu semua, Cak Imin merespon dengan santai. Menurutnya apa yang disampaikan Ketum PBNU benar adanya. Bahwa NU bukanlah partai politik, tetapi lembaga dakwah dan pendidikan.

"Saya juga tidak pernah mengatasnamakan PBNU, karena memang saya bukan pengurus PBNU, tetapi kalau saya adalah kader NU tulen itu sudah jelas," jelas Cak Imin.

Cak Imin pun berkelakar bahwa berpolitik itu berat, biar PKB saja yang memikul sementara PBNU biarlah menjadi lembaga dakwah dan pendidikan. [dbs]

  

Komentar0

Type above and press Enter to search.